Hulaa Ingin Mempermudah Booking Tiket Pesawat dan Kamar Hotel – Info Komputer

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

hulaa-homepage

Satu lagi pemain baru yang ingin mencoba peruntungan di pasar online travel booking yang sebetulnya sudah cukup ramai. Namanya Hulaa, didirikan oleh Maria Suzanna Roesli yang pernah bekerja lebih dari enam tahun di Silicon Valley, bersama dengan rekannya, Budiyono Salim, web developer yang berpengalaman membangun bisnis startup.

Seperti halnya situs pemesanan travel online lainnya, Hulaa menawarkan fasilitas bagi pengguna untuk mencari dan memesan tiket pesawat serta kamar hotel.

Di situsnya, Hulaa mencantumkan 17 maskapai nasional sebagai partner resmi mereka. Di samping nama-nama besar sekelas Garuda Indonesia, AirAsia, Lion Air, dan Citilink, terdapat juga maskapai-maskapai yang lebih kecil seperti Kalstar Aviation, NAM, dan XpressAir. Sayangnya, saat diklik, hanya delapan dari 17 maskapai itu yang sudah tersedia profilnya di Hulaa.

Sementara itu, untuk database hotel, Hulaa mengaku memiliki data lebih dari 3.000 hotel di wilayah Indonesia dan Asia Pasifik.

“Walau kami berdiri dan beroperasi sendiri, Hulaa memperoleh dukungan dari Bayu Buana Travel untuk menghubungkan kami dengan pihak maskapai dan jaringan hotel terkemuka,” kata Maria Soezanna Rusli melalui surat elektronik kepada InfoKomputer.

Hulaa pertama kali diluncurkan kepada publik pada 18 Maret 2015 lalu. Sebelumnya, mereka telah mengadakan pre-launch contest di bulan Agustus 2014 yang menghasilkan database lebih dari 150 ribu pengguna hanya dalam waktu satu setengah bulan. Basis data inilah yang kemudian digarap lebih lanjut sebagai bekal awal peluncuran Hulaa.

Menurut pengakuan Maria yang juga pernah bekerja di Groupon Indonesia ini, sejak diluncurkan sampai sekarang, Hulaa mencatat sekitar 2.000 pengguna dan transaksi aktif yang terjadi setiap hari.

“Saya dan Budi ingin membuat Hulaa sebagai platform travel masa depan yang memungkinkan pengguna untuk membuat keputusan yang lebih baik tentang travel. Tujuan Hulaa adalah menjadikan proses booking terasa simpel dan efisien,” tukasnya.

hulaa-airlines

Sebagai faktor diferensiasi dengan pemain yang sudah ada, Maria menyatakan bahwa Hulaa lebih berfokus pada smooth booking experience. Data yang ia punyai, rata-rata waktu yang dihabiskan pengguna untuk memesan kebutuhan travel secara online mencapai 32,6 menit. Hulaa ingin memangkas durasi tersebut melalui proses yang terdiri dari empat langkah saja: Cari, Pilih, Bayar, dan Terima e-Ticket.

“Hulaa juga memahami bahwa pelaku travelling asal Indonesia sangat sensitif terhadap budget. Maka dari itu, kami akan menyematkan price algorithm (algoritma harga) yang dapat menentukan dan membantu pengguna untuk merencanakan perjalanan berdasarkan budget yang mereka miliki,” imbuh Maria.

Masih berbicara soal persaingan di bisnis online travel booking, Maria mengutip riset yang menyebutkan di tahun 2010, dana sebesar US$6,2 miliar dihabiskan orang Indonesia untuk bepergian. Diperkirakan pada tahun 2030, jumlah tersebut meningkat hampir empat kali lipat sampai US$23 miliar.

“Melihat data itu, jelas terlihat bahwa kebutuhan dan gairah untuk travelling bertumbuh pesat di Indonesia. Oleh karena itu, kami meyakini meskipun pasar online travel sudah ramai, porsi pangsa pasarnya masih cukup besar untuk semua pemainnya,” jelas Maria.

Comments

comments

Source Article from http://www.infokomputer.com/2015/04/berita/berita-reguler/hulaa-mudah-booking-tiket-pesawat-hotel/

Bos KAI Mimpi Sistem Pembelian Tiket Kereta Bisa Tiru Pesawat – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan penjualan tiket. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pengguna moda transportasi kereta api.

Salah satu ide yang bakal dilakukan oleh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro adalah menjadikan sistem penjualan tiket kereta api layaknya tiket pesawat. Ke depan, KAI akan terus mengembangkan sistem dimana dalam penjualan tiket dilakukan melalui vending machine tanpa harus mencetak ulang tiket KA.

“Untuk yang masa akan datang, tiket yang sekarang akan kami tinggalkan. Jadi hanya dengan print out dari mesin e-kio‎sk bisa langsung digunakan untuk naik kereta,” kata Edi di Jakarta, Senin (13/4/2015).

Hal serupa saat ini sudah dilakukan di Bandara dimana sistem tersebut seperti dugunakan untuk cek-in bagi para calon penumpang maskapai penerbangan. Dengan sistem penjualan tersebut‎ diakui, Edi dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh para petugas.

“Sekarang itu kami mau tidak mau harus mengikuti perkembangan tekhnologi, kalau tidak kami akan ditingalkan,” tegas Edi.

Saat ini KAI telah menambah e-kiosk dari yang sebelumnya hanya ada di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, kini juga sudah hadir di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat. Seiring penambahan mesin penjualan tiket tersebut, KAI secara bertahap juga akan mengurangi jumlah loket-loket penjualan tiket di setiap stasiun.

“Ke depan mesin-mesin seperti itu kami tempatkan juga di mall-mall, jadi orang sekalian belanja bisa sekalian beli tiket, bisa pilih tempat duduk sendiri juga,” pungkas Edi.

Untuk diketahui, pada awal maret 2015 lalu, KAI menjalin kerja sama dengan PT Finnet Indonesia, yang merupakan salah satu perusahaan aviliasi PT Telkom dan Bank Indonesia mengeluarkan fasilitas layanan pembelian tiket kereta api.

Fasilitas tersebut berupa vending machine pembelian tiket KA (electronic kiosk/E-Kiosk) yang akan semakin memudahkan calon penumpang guna melakukan pembelian tiket KA tanpa harus mengantri di loket.

Melalui E-Kiosk ini, calon penumpang cukup memilih tanggal perjalanan, stasiun asal, stasiun tujuan dan jumlah penumpang serta menginput data berupa nama, nomor identitas, dan nomor telepon penumpang yang akan berangkat. Input data dapat dilakukan melalui layar touch screen atau keyboard fisik yang ada pada mesin E-Kiosk.

Pemesanan atau pembelian tiket KA melalui E-Kiosk ini dapat dilakukan H-90 atau pada hari keberangkatan (go show) atau satu jam sebelum keberangkatan KA. Setelah menginput data-data tersebut, calon penumpang dapat langsung melakukan transaksi pembayaran melalui mesin ini.

Metode pembayaran yang dapat diterima antara lain pembayaran tunai menggunakan uang pecahan Rp 2.000 hingga dengan Rp 100 ribu pembayaran dengan kartu debit jaringan Alto dan pembayaran dengan kartu T-Money dari Telkom.

Sementara bagi para penumpang yang melakukan pembayaran tunai tanpa uang pas metode pengembalian dilakukan melalui e-money pada nomor telepon, yang diinput pada saat pembelian. Dimana dalam sistem ini, setiap penumpang yang melakukan pembayaran tunai dengan pengembalian akan otomatis terdaftar dalam program e-money dari PT Finnet Indonesia. (Yas/Gdn)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2212588/bos-kai-mimpi-sistem-pembelian-tiket-kereta-bisa-tiru-pesawat

Biro Perjalanan Protes Pemesanan Tiket Katalog Elektronik – Tempo.co

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TEMPO.CO, Yogyakarta – Kalangan Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia keberatan dengan kebijakan pemesanan tiket menggunakan sistem katalog elektronik. Aturan itu dikeluarkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP.

Keberatan itu muncul setelah LKPP bekerja sama dengan Garuda Indonesia untuk sosialisasi tiket perjalanan dinas menggunakan sistem katalog elektronik di sejumlah daerah di Indonesia. Pelaku wisata berpandangan aturan itu membuat bisnis tiket pesawat lewat agen travel menjadi surut.

Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Yogyakarta atau Asita, Edwin Ismedi, mengatakan aturan itu membuat pelaku usaha agen travel kehilangan sebagian konsumen pegawai negeri sipil yang menggunakan jasa mereka untuk memesan tiket pesawat. Bisnis pemesanan tiket lewat agen travel kini menurun hingga 60 persen. “Kami khawatir bila pemerintah tidak tanggap, aturan itu akan membuat banyak agen travel skala kecil gulung tikar,” kata Edwin, Senin, 6 April 2015.

Menurut dia, bisnis pemesanan tiket yang lesu akan membuat pengusaha travel mengurangi jumlah karyawan. Padahal, usaha jenis ini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak.

Ketua DPD Asita Jawa Tengah Joko Suratno juga menyampaikan keluhan yang sama soal kebijakan pemerintah itu. Pemesanan tiket menggunakan sistem katalog elektronik adalah klausul yang muncul dalam Keputusan Presiden Tahun 2015 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Tujuannya adalah untuk menghindari praktek penyimpangan atau kebocoran duit negara untuk perjalanan dinas.

Namun Asita berpandangan kebijakan itu tak tepat dan bisa memukul kalangan biro perjalanan wisata. “Kami mendukung efisiensi, tapi apakah tidak ada jalan lain supaya bisnis biro pariwisata tidak terpukul,” kata dia.

Menurut dia, pemesanan tiket menggunakan jasa biro pariwisata oleh PNS selama ini menyumbang 40 persen pendapatan dari total pengguna kalangan swasta maupun perorangan. Aturan dari LKPP membuat sebagian PNS memesan tiket menggunakan maskapai penerbangan. Biro perjalanan pariwisata menjadi kehilangan pelanggan dari kalangan PNS.

Joko berharap pemerintah mendengarkan keberatan dari pelaku wisata. Di Jawa Tengah, jumlah anggota agen travel sebanyak 170 biro perjalanan wisata. Satu agen travel setidaknya memiliki 50 hingga 100 pekerja untuk jasa penjualan dan pemesanan tiket.

SHINTA MAHARANI

Source Article from http://www.tempo.co/read/news/2015/04/07/090655871/Biro-Perjalanan-Protes-Pemesanan-Tiket-Katalog-Elektronik

BBM Naik, Tarif Bus akan Ditetapkan Seperti Tiket Pesawat – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memiliki cara guna mengantisipasi imbas kenaikan harga BBM yang akan terus disesuaikan setiap satu bulan sekali terhadap tarif angkutan bis.

Direktur Jendral Perhubungan Darat Kemenhub Joko Sasono mengungkapkan cara melindungi industri angkutan umum adalah dengan menerapkan adanya tarif batas bawah dan tarif batas atas layaknya maskapai dan kereta api.

“Itu tarif batas bawah dan batas atas sementara akan diterapkan untuk AKAP dan nantinya akan mengikuti AKDP nya,” kata Joko di Kantor Kemenhub, Selasa (31/3/2015).

Dengan adanya penerapan tarif tersebut dinilai Joko akan lebih adil, di mana para agen bus dapat menerapkan tarif sesuai kebutuhan masing-masing sesuai kondisi yang ada.

‎Sementara di kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku apa yang dilakukan tersebut semata-mata untuk melindungi para pengusaha bus mengingat biaya perawatan juga tidak murah.

“Angkutan yang berbasis jalan raya kalau terus dinaikkan itu ke depan 99 persen pasti tidak laku,” ujar Jonan.

Dengan kenaikan harga BBM sebesar Rp 500 per liter untuk solar dan premium dengan nilai tukar rupiah masih di kisaran Rp 12 ribu – Rp 13 ribu, Jonan menilai itu masih dalam batasan wajar, sehingga tidak perlu ada penyesuaian tarif angkutan umum.

“Kecuali kalau nilai tukar rupiah ke dolar AS melemah terus-terusan, baru nanti duduk lagi, kita harus realistis saja,” tutup dia. (yas/Nrm)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2200139/bbm-naik-tarif-bus-akan-ditetapkan-seperti-tiket-pesawat

Cari Tiket Pesawat Murah? Datang Saja ke Garuda Travel Fair – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta – PT Garuda Indonesia bekerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebagai bank partner kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2015. Hajatan tersebut akan berlangsung pada 3-5 April 2015 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Direktur Komersil Garuda Indonesia, Handayani mengatakan, dalam travel fair kali ini, banyak promo pembelian tiket pesawat Garuda Indonesia yang bisa didapatkan pengunjung.

“Jadi kalau masyarakat yang mau mencari tiket the best price yang ditawarkan oleh Garuda Indonesia inilah saatnya. Melalui event ini kami ingin komunikasikan kepada pelanggan, bahwa sebaiknya melakukan pemesanan tiket penerbangan sejak jauh-jauh hari,” ujarnya dalam konferensi pers di JCC, Jakarta, Senin (23/3/2015).

Handayani menjelaskan, selama GAFT 2015 periode pertama ini, para pengunjung akan mendapatkan diskon tiket domestik hingga 13 persen, dan diskon tiket internasional hingga 20 persen untuk seluruh kelas yang tersedia serta program Buy One Get 75 Persen Off untuk kelas bisnis pada rute-rute tertentu.

Selain itu Garuda Indonesia juga menyiapkan program Best Deal dimana para pengunjung akan mendapatkan berbagai penawaran menarik untuk tiket domerstik dan internasional hingga program Happy Hour dimana pengunjung bisa membeli tiket penerbangan dengan diskon sampai 80 persen pada pukul 10.00 WIB-12.00 WIB dan 18.00 WIB-21.00 WIB setiap harinya.

Namun program ini hanya berlaku untuk rute internasional. Beberapa harga menarik yang ditawarkan dalam Happy Hour seperti rute Jakarta-Singapura PP sebesar US$ 120 nett, Jakarta-Tokyo PP US$ 488 nett dan Jakarta-London PP US$ 981 nett.

Sedangkan dalam program Best Deal, bisa didapatkan untuk penerbangan domestik seperti rute Jakarta-Denpasar Rp 761.100 nett, Jakarta Medan Rp 966.800 nett dan Jakarta-Padang Rp 740.200 nett.

Selain itu dalam program Lucky Draw Tiket Pesawat Garuda, setiap pembelian tiket minimal Rp 5 juta, pengunjung berhak mendapatkan 1 lembar kupon undian yang setiap harinya akan diundi 3 orang pemenang tiket gratis.

Sedangkan dalam program Luck Draw GarudaMiles, setiap pembelian tiket minimal Rp 10 juta, pengunjung berhak mendapatkan 1 lembar kupon undian yang setiap harinya akan diundi 1 pemenang untuk mendapatkan up grade tier GarudaMiles. Selain itu juga ada program Bidding Ticket dimana pengujung pada hari pertama bisa memenangkan lelang tiket ke 3 destinasi internasional dan banyak program menarik lainnya.

“Kami siapkan banyak program dan game menarik, ada juga doorprise, ada lelang tiket dengan harga murah sudah bisa terbang. Akan banyak benefit yang bisa didapatkan di sini,” tandas Handayani. (Dny/Gdn)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2195472/cari-tiket-pesawat-murah-datang-saja-ke-garuda-travel-fair

Beli Tiket Pesawat Termahal di Dunia, Penumpang Bayar Rp 217 Juta – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Singapura – Bagi para pebisnis dan traveler, naik turun pesawat tampak menjadi hal biasa. Karenanya, Singapore Airlines muncul dengan inovasi baru demi menghadirkan perjalanan udara yang luar biasa bagi para penumpang.

Dengan tiket termahal di dunia senilai 23.077 dolar Singapura atau Rp 217,6 juta, para penumpang diperlakukan bak raja di pesawat Airbus A380 milik Singapore Airlines tersebut. Tiket pesawat itu dibeli dengan tujuan singkat dari Singapura ke New York. (Kurs: Rp 9.431/dolar Singapura)

Ruang tunggu Changi Airport untuk penumpang First Class dan Suites juga bagaikan lobi hotel mewah. Bahkan sebelum naik pesawat, para penumpang juga disambut dengan sejumlah menu kelas internasional.

Bagaimana rasanya naik pesawat dengan kamar pribadi di dalamnya di mana Anda bisa beristirahat layaknya di kamar hotel?.

Berikut ulasan singkat mengenai pengalaman terbang termahal di dunia seperti dikutip dari oddee.com, singaporeair.com, news.com.au, dan sejumlah sumber lain, Kamis (19/3/2015):

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2193730/beli-tiket-pesawat-termahal-di-dunia-penumpang-bayar-rp-217-juta

IATA: Pemerintah Tak Bisa Patok Tarif Tiket Pesawat – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta – Menyusul kecelakaan yang menimpa AirAsia akhir tahun lalu, Kementerian Perhubungan mengubah aturan mengenai tarif batas bawah tiket pesawat. Kementerian berharap dengan aturan baru ini dapat membantu meningkatkan margin keuntungan para maskapai penerbangan sehingga bisa lebih meningkatkan keselamatan.

CEO International Air Transport Association (IATA), Tony Tyler melihat bahwa langkah pemerintah menetapkan batas tarif tersebut tidak tepat karena saat ini harga tiket pesawat lebih dibentuk oleh permintaan dan penawaran.

“Pada akhirnya dorongan pasar yang akan membuat maskapai mengubah harganya. Kadang harga tiket murah diperlukan mengingat persaingan bisnis penerbangan sangat kompetitif membuat sejumlah maskapai berusaha menawarkan harga tiket terjangkau dengan layanan terbaik,” tutur Tyler di Jakarta, Kamis (12/3/2015).

Diakui Tyler, keamanan penumpang merupakan prioritas tertinggi bagi para pelaku bisnis penerbangan. Tapi menurutnya, keselamatan penumpang tidak ditentukan berdasarkan total harga tiket pesawat yang dibayar.

“Operasi keselamatan penumpang sebenarnya tidak membuat pihak maskapai harus mengeluarkan lebih banyak uang. Tapi kesuksesan sebuah maskapai adalah saat mampu menjaga keamanan penumpang dalam penerbangan,” katanya.

Sebenarnya sulit juga bagi pihak maskapai untuk bersaing dengan perusahaan penerbangan lain, saat penentuan harga tiketnya tersandung peraturan pemerintah. Pasalnya meski laba lebih besar, tapi pendapatannya berkurang karena harga tiketnya kurang bersaing dengan maskapai lain.

“Tapi saya paham. Kementerian tersebut menunjukkan poinnya mengenai keamanan penumpang pesawat sebagai prioritas dengan tidak mengorbankan bisnis para pengusaha penerbangan,” pungkasnya.

Sayangnya, sulit bagi pengusaha penerbangan untuk mengukur profitabilitas saat terbentu regulasi pemerintah. (Sis/Gdn)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2189868/iata-pemerintah-tak-bisa-patok-tarif-tiket-pesawat

Riset Google: 24% Orang Indonesia Beli Tiket Pesawat Secara Online – Bisnis Indonesia

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Bisnis.com, JAKARTA– Google merilis hasil riset yang menunjukkan pesatnya pertumbuhan masyarakat menggunakan telepon pintar (smartphone).

Pertumbuhan penetrasi penggunaan smartphone naik dua kali lipat dari 14% menjadi 28% dalam satu tahun. 

Ricky Tjok, Account Strategist Google Indonesia, mengatakan Riset Barometer Konsumen menunjukkan sekitar 88% orang Indonesia sudah memiliki telepon seluler, baik feature phone maupun smartphone. 

“Setidaknya hampir sepertiga orang Indonesia saat ini memiliki smartphone. Perusahaan perlu memastikan bahwa mereka dapat ‘bertemu’ pelanggan melalui perangkat seluler dan memberi layanan bisnis yang sesuai kebutuhan,” ujarnya di kantor Google Indonesia, Kamis (5/3/2015). 

Dikatakan, Riset Barometer Konsumen yang dirilis Google juga mengamati perilaku online secara keseluruhan. Ricky memaparkan produk-produk yang paling banyak dibeli konsumen di dunia maya antara lain tiket pesawat (24%), pakaian (13%), hotel (12%), dan telepon seluler (12%). 

“Sekitar 66% orang Indonesia yang berbelanja akan meriset produk yang mereka cari menggunakan smartphone sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli,” ujarnya. 

Berdasarkan hal itu, Ricky menilai sudah saatnya pelaku bisnis menyediakan layanan berbasis internet, khususnya yang bisa diakses menggunakan perangkat mobile. 

“Pergerakan menuju seluler telah terjadi secara masif dan tak bisa di abaikan. Pelaku usaha harus cermat untuk mengejar kemajuan pelanggan supaya tetap relevan dengan kondisi lingkungan digital saat ini,” kata Ricky. 

Berdasarkan Consumer Barometer, 42% orang Indonesia memutar dan mendengarkan musik dengan smartphone. Sementara itu, 59% konsumen Indonesia  mencari informasi setidaknya 1 kali dalam sebulan dengan telepon seluler. 

 

 

 

 

Source Article from http://traveling.bisnis.com/read/20150305/102/409064/riset-google-24-orang-indonesia-beli-tiket-pesawat-secara-online-

Tips Membeli Tiket Murah Pesawat, Ini Waktu Terbaik – Bisnis Indonesia

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Bisnis.com, JAKARTA – Situs pencarian perjalanan Skyscanner menganalisa waktu terbaik memesan tiket pesawat yang berpeluang mendapat tarif termurah.

“Masyarakat cerdas Indonesia yang ingin meningkatkan peluang mendapatkan tarif tiket termurah biasanya melakukan pemesanan rata-rata 16 minggu sebelum keberangkatan,” kata Skyscanner dalam siaran pers, Senin (2/3).

Berdasar analisis data selama tiga tahun terakhir dan lebih dari 250 juta harga-harga tiket yang dibeli masyarakat Indonesia, waktu terbaik untuk memesan bervariasi tergantung dari tujuan penerbangan.

Untuk perjalanan Indonesia ke Singapura atau Thailand, waktu terbaik memesan tiket adalah 16 pekan sebelum keberangkatan. 

Bila ingin membeli tiket pesawat ke Malaysia, 18 pekan sebelum keberangkatan merupakan waktu terbaik untuk memesan tiket. 

Untuk Australia, 15 pekan sebelum keberangkatan adalah waktu ideal untuk memesan dan 19 pekan untuk Amerika Serikat.

Juru bicara Skyscanner, Head of Country Marketing Skyscanner, Jeremy Bek, mengingatkan agar konsumen tetap berhati-hati saat memesan tiket pesawat yang berdekatan dengan waktu keberangkatan.

“Meskipun untuk beberapa destinasi harga terbaik mungkin tersedia enam belas minggusebelum keberangkatan, harga mungkin bisa berubah sewaktu-waktu sehingga konsumen perlu memahami bahwa memesan tiket yang terlalu dekat dengan waktu keberangkatan juga dapat berisiko.”

Source Article from http://industri.bisnis.com/read/20150302/98/407927/tips-membeli-tiket-murah-pesawat-ini-waktu-terbaik

Penumpang Pesawat Lebih Nyaman Pesan Tiket Online – VIVA.co.id

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat
VIVA.co.id -  Terhitung per 1 Maret 2015, pembayaran tiket penerbangan langsung di loket Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten ditiadakan. Hal serupa juga berlaku di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Berdasarkan pantauan VIVA.co.id, pengguna transportasi udara yang ditemui di Bandara Soetta mengaku lebih nyaman dan efisien pemesanan secara online daripada pemesanan langsung di loket.

Rafli, salah satu pengguna maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengaku, pemesanan secara online lebih mudah, juga lebih murah dibandingkan transaksi langsung di loket.


“Lebih murah online. Kalau manual kan bedanya bisa Rp10.000 atau Rp20.000 atau maksimal Rp50.000. Malah kalau waktunya mepet mungkin bisa Rp100.000,” ujarnya kepada VIVA.co.id di Bandara Soetta, Minggu, 1 Maret 2015 yang mengaku selalu membeli via online.

Senada dengan Fafli, efisiensi pemesanan tiket secara online dirasakan Misa, penumpang tujuan Medan dengan maskapai penerbangan Lion Air.

“Pesannya di rumah saja, lebih enak sebetulnya,” tuturnya.

Pengalaman itu membuktikan bahwa masyarakat, khususnya warga Jakarta sudah terbiasa melakukan transaksi melalui jaringan internet. Alasan itu yang mendorong PT. Angkasa Pura II (persero) menerapkan penutupan loket tiket langsung. Wilayah Jakarta dan Medan dipilih sebagai tahap pertama.

“Kenapa Jakarta dan Kualanamu kita terapkan terlebih dahulu, karena masyarakatnya sudah lebih terbiasa menggunakan jaringan internet,” ujar Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi kepada VIVA.co.id, di Jakarta.

Peniadaan loket tiket di bandara kelolaan Angkasa Pura II dilanjutkan pada 1 April mendatang. Bandara yang dimaksud yaitu Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang), Bandara Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Bandara Internasional Minangkabau (Padang) dan Bandara Husein Sastranegara (Bandung).

Kemudian, pada 1 Mei , loket tiket yang dihilangkan yaitu, Bandara Iskandar Muda (Aceh), Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang), Bandara Supadio (Pontianak), Bandara Sultan Thaha (Jambi), dan Bandara Silangit (Tapanuli Utara).


Source Article from http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/595913-penumpang-pesawat-lebih-nyaman-pesan-tiket-online