INACA Harap Pemerintah Tak campuri Tarif Tiket Pesawat – Serambi Indonesia

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia (INACA), Tengku Burhanuddin menuturkan, persoalan tarif pesawat memang selalu diributkan. Maskapai ingin agar tarif dibebaskan saja, dan tidak diatur oleh pemerintah.

“Mau jual murah dia rugi, mau jual mahal dia untung, terserah saja. Tapi UU mengatakan, tarif batas atas itu harus diatur pemerintah. Oke. Karena, sudah UU kita tidak bisa berbuat macem-macem karena sudah UU-nya,” ucap dia dalam sebuah diskusi, Minggu (25/1/2015).

Namun, dia menilai tarif batas atas pun ada kelemahannya. Burhanuddin menjelaskan setiap ada perubahan seperti nilai tukar, harga avtur, asuransi, serta UMP, mau tak mau, hal itu menaikkan biaya operasional maskapai. Tengku bilang, meskipun format tersebut sudah ada, setiap kenaikan tarif, INACA harus berkomunikasi terlebih dahulu dengan pemerintah. “Bicara soal batas bawah, kalau alasannya untuk safety itu jadi pertanyaan. Berarti maskapai kita itu tidak safe selama ini?” lanjut dia.

Tengku menduga, batas bawah ini diadakan karena adanya model Low Cost Carrier (LCC). Sebab, biaya maskapai full service itu sekitar 100 persen, medium service 90 persen dari full service, dan LCC 85 persen. “Ini yang banyak orang misslead. Padahal (LCC) ini hanya model saja. Tentu masyarakat harus memahami,” kata dia.

Terkait dengan kecelakaan AirAsia QZ8501, Tengku tetap menilai AirAsia yang notabene LCC memiliki safety yang baik. Dia pun bilang, bukan tidak mungkin maskapai yang full service pun bisa terjadi sesuatu. Artinya, lanjut dia, tidak ada hubungannya antara tarif murah dengan keselamatan.

Sebelumnya, pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan menetapkan tarif batas bawah sekurang-kurangnya 40 persen lebih rendah dari tarif batas atas. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 91 Tahun 2014 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpan Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwa Dalam Negeri.

Pasal 1 ayat (1) tertulis, Badan Usaha Angkutan Udara wajib menetapkan besaran tarif normal. Adapun tarif normal yang dimaksud merupakan tarif jarak terendah sampai degan tarif jarak tertinggi.

“Tarif normal tidak boleh melebihi tarif jarak tertinggi yang ditetapkan oleh menteri, dan sesuai kelompok pelayanan yang diberikan,” papar, Direktur Angkutan Udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan, Mohamad Alwi, Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Selanjutnya, Alwi juga menegaskan, dalam beleid tersebut juga diatur bahwa maskapai menetapkan tarif normal serendah-rendahnya 40 persen dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan yang diberikan. Alwi menjelaskan, revisi Permenhub ini dikeluarkan dengan mempertimbangkan perubahan kurs rupiah, dari Rp 9.000 per dollar AS, menjadi di atas Rp 12.500 per dollar AS. (Estu Suryowati)

Source Article from http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/01/25/inaca-harap-pemerintah-tak-campuri-tarif-tiket-pesawat

Harga Tiket Pesawat Sering Bikin Ribut, Ini Usul INACA – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) mengusulkan penghapusan tarif batas atas dan batas bawah oleh pemerintah. Penghapusan ini tentu harus diiringi perubahan Undang-undang (UU) yang memayungi tarif penerbangan.

Sekretaris Jenderal INACA, Tengku Burhanudin menyoroti tarif atau harga tiket pesawat yang selalu menjadi permasalahan ketika beban maskapai penerbangan semakin berat akibat pelemahan kurs rupiah maupun kenaikan harga minyak dunia.

“Tarif penerbangan selalu diributkan. Makanya tarif tidak usah diatur. Biarin saja maskapai yang jual tiket dengan harga murah, bisa rugi atau yang jual kemahalan berdampak ke okupansi penumpang,” jelas dia kepada wartawan saat Diskusi Bukan Cari Kambing Hitam Selamatkan Penerbangan Nasional di Jakarta, Minggu (25/1/2015).

Namun kata Burhanudin, benturan datang dari UU dalam penghapusan tarif penerbangan. Menurut Tengku, dalam UU, tarif batas atas harus diatur oleh pemerintah, kecuali ada perubahan UU tersebut.

“Ada kelemahan tarif batas atas kalau diatur pemerintah, di mana setiap ada perubahan biaya asuransi, kurs rupiah dan harga avtur, maka maskapai menuntut tarif itu dinaikkan. Dan biasanya nggak cepat. Sedangkan kalau tarif batas bawah, dipertanyakan keamanannya,” terang dia.

Lebih jauh tambah Tengku, penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) menetapkan tarif 85 persen atau lebih rendah dibanding penerbangan full sevices seperti Garuda Indonesia sebesar 100 persen. LCC, sambung dia, merupakan salah satu model yang ada pada UU.

“Kalau LCC tetapkan tarif 85 persen dibagi jumlah penumpang 200 orang, maka biayanya jauh lebih murah dibanding full services karena penumpangnya terbatas,” paparnya. (Fik/Ahm)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2166015/harga-tiket-pesawat-sering-bikin-ribut-ini-usul-inaca

Jurus Kementerian Perhubungan Menekan Harga Tiket Pesawat – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana membangun dan mengembangkan bandara serta menyediakan puluhan pesawat perintis sebagai salah satu skenario pembangunan infrastruktur di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Termasuk memperpanjang jarak runway atau landasan pacu guna menekan harga tiket.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengungkapkan, pihaknya akan membangun 15 bandara baru, pengadaan 20 pesawat perintis, pengembangan bandara untuk pelayanan kargo udara di 9 lokasi, seperti di Biak.

“Kami juga mau usul memperpanjang runway bandara. Karena panjang runway yang ada sekarang 700 meter, 900 meter, 1.300 meter dan 1.800 meter,” terang dia saat Rapat Kerja Pembahasan RAPBN-P 2015 di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/1/2015).  

Dari catatan Jonan, ada sebanyak 237 bandara di Indonesia. Namun yang dikelola oleh PT Angkasa Pura I dan II berjumlah 26 bandara, sisanya 211 bandara terdiri dari 42 bandara di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Daerah, sedangkan Kemenhub mengelola 169 bandara.

“Kalau lokasi memungkinkan pengadaan tanah, bukan pembebasan lahan, runway diperpanjang sampai 2.300 meter, maka dari sebelumnya cuma diterbangi pesawat ATR 72, bisa menampung pesawat berbadan besar Airbus atau Boeing. Juga memperpanjang runway di bawah 1.300 meter menjadi 1.800 meter agar biaya operasional murah,” jelas dia.

Cara ini, menurut Jonan, akan menekan harga tiket penerbangan jauh lebih murah. Sebab selama ini, tiket pesawat karavan seperti Susi Air dibanderol sekira Rp 3 juta per orang untuk jarak tempuh 30 menit penerbangan.

“Kalau runway diperpanjang, daya angkut lebih besar, lebih murah. Jadi nggak mahal, seperti pesawat karavan Susi Air di mana harga tiketnya Rp 3 juta untuk setengah jam perjalanan. Dan biasanya itu dirasakan masyarakat Timur Indonesia,” tutur Jonan.

Jonan mengeluhkan respons masyarakat yang justru meributkan soal kenaikan tarif batas bawah tiket pesawat Low Cost Carrier/LCC atau penerbangan murah menjadi 40 persen. Sementara warga di Timur Indonesia harus menanggung biaya mahal untuk bisa terbang.

“Tiket LCC naik Rp 50 ribu saja sudah ribut, coba warga di Timur sana terbang bayar tiket Rp 2 juta sampai Rp 3 juta nggak masalah. Makanya kami mau panjangkan runway, daripada bangun terus bandara tapi runway pendek,” tegas Eks Direktur Utama PT KAI itu. (Fik/Ahm)

Source Article from https://bisnis.liputan6.com/read/2164193/jurus-kementerian-perhubungan-menekan-harga-tiket-pesawat

TIKET PESAWAT MURAH DIHAPUS: Citilink Resmi Berlakukan … – Bisnis Indonesia

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Bisnis.com,JAKARTA- Maskapai Citilink Indonesia telah memberlakukan tarif penerbangan batas bawah atau tariff terendah sebesar 40% dari tarif batas atas sesuai pengelompokkan yang ditentukan pemerintah disemua rute penerbangan yang dimiliki Citilink.

Pemberlakuan itu telah diimplementasikan anak perusahan Garuda Indonesia tersebut sejak 15 Januari 2014, menyusul lahirnya Peraturan Menteri Perhubungan No 91/2014 pada 30 Desember 2014.

 ”Pemberlakuan tariff batas bawah tersebut sesuai dengan ketentuan Kementrian Perhubungan yang mengharuskan maskapai penerbangan wajib menerapkan batasan tarif normal yang merupakan tarif jarak terendah sampai tarif jarak tertinggi,” kata pelaksana tugas President & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di Jakarta, Minggu (18/1).

Albert menjelaskan, pemberlakukan tarif batas terendah seperti yang diminta pihak regulator sudah diberitahu kepada semua perwakilan Citilink di seluruh Indonesia dan sudah berlaku serentak sejak Kamis (15/1) sesuai aturan baru dari Kemenhub yang dikeluarkan pada 30 Desember 2014.

Lebih jauh Albert mengatakan, hendaknya Kementerian Perhubungan juga mengawasi secara ketat implementasi dari PM No.91/2014 terhadap semua maskapai penerbangan sehingga aturan tersebut betul-betul di patuhi dan tidak ada yang melanggar.

Citilink menyadari bahwa secara umum aturan itu dikeluarkan sebagai upaya untuk memperbaiki iklim dunia penerbangan nasional agar menjadi lebih baik,” kata Albert yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Keuangan Citilink.

Sesuai PM No.91/2014, tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri di hitung berdasarkan tiga komponen utama, yaitu tarif jarak; Pajak Pertambahan Nilai (PPN); dan Iuran Wajib Asuransi Pertanggungan Kecelakaan Penumpang (IWJR).

Sementara itu, besaran tarif berdasar kelompok pelayanan dibagi dalam tiga kelas pelayanan, yaitu Full Service dengan penetapan tarif 100% dari tarif maksimum; kelompok pelayanan Medium Service tarif setinggi tingginya 90 % dari tarif maksimum dan LCC (no frills services) penetapan tarif setinggi tingginya 85 % dari tarif maksimum

Source Article from http://industri.bisnis.com/read/20150118/98/392152/tiket-pesawat-murah-dihapus-citilink-resmi-berlakukan-tarif-40

Ini Pinta Penjual Tiket Pesawat kepada Menhub Jonan – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan memastujkan akan memperbaiki industri angkutan udara di dalam negeri. Salah satu langkah yang sudah diambil Jonan adalah dengan menghapuskan tiket penerbangan murah.

Seiring pembenahan ini, pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Agen Penjual Tiket Penerbangan Indonesia (Astindo) mengajukan permintaan kepada Menhub Jonan.

Wakil Sekretaris Jenderal Astindo, Pauline Suharno berharap pemerintah mengubah kebijakan terkait dengan aturan escrow account (dana tersimpan) yang harus diberikan pengusaha tiket kepada maskapai penerbangan.

Dia mengaku pengusaha penjual tiket dan agen perjalanan selama ini yang paling dirugikan bila terjadi satu insiden penerbangan seperti kebangkrutan yang berujung penutupan usaha.

Desakan ini kembali digaungkan karena pengusaha mulai khawatir dengan kondisi modal yang dimiliki maskapai. “Sebab giliran mereka stop, uang agen yang juga hilang lenyap tidak dikembalikan,” tegas dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Sabtu (17/1/2015).

Dia berharap pemerintah akan membuat aturan di mana uang pengusaha tiket tidak bisa ditahan pemilik maskapai. “Sebab jika mengacu pada aturan saat ini, jika maskapai berhenti operasi, yang kita tidak dianggap sebagai aset mereka dan dikuasai kurator. Selama ini kan begitu, ” tegas dia.

Pauline mengaku asosiasi sudah mengirimkan surat kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk berdiskusi dengan pengusaha penjual tiket penerbangan.(Nrm)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2162002/ini-pinta-penjual-tiket-pesawat-kepada-menhub-jonan

Ayudya Bing Slamet Tolak Penghapusan Tiket Pesawat Murah – Bisnis Indonesia

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Bisnis.com, JAKARTA—Penolakan kebijakan penghapusan LCC (low cost carrier) oleh Kementerian Perhubungan sebagai buntut jatuhnya pesawat QZ8501 beberapa waktu yang lalu. Rupanya juga dilakukan oleh kalangan artis, seperti Ayudya Bing Slamet.

Selebritis muda tersebut merasa bahwa kebijakan LCC tersebut sebenarnya sangat menguntungkan bagi banyak pihak.  Terutama bagi masyarakat yang ingin berpergian tapi memiliki bujet terbatas. Sehingga jika kebijakan tersebut jadi diresmikan, menurutnya moda transportasi pesawat hanya akan dapat dinikmati oleh kalangan atas saja.

“Jangan dihapus lah, beberapa kali saya naik pesawat dengan tarif LCC juga biasa aja kok,” ujarnya ketika menghadiri launching trailer film “Anak Kos Dodol” di salah satu mal daerah Kuningan, Kamis (15/1).

Sehingga dirinya berharap pemerintah bisa menelurkan kebijakan baru guna mengontrol aspek keselamatan menaiki pesawat, selain menaikan LCC.

Namun demikian dirinya juga ingin menegaskan kepada para pengelola perusahaan penerbangan di Indonesia, untuk tidak serta-merta memanfaatkan kebijakan penerbangan dengan tarif rendah tersebut dengan serampangan.

 “Jangan sampai karena tarifnya diobral, nyawa penumpangnya juga diobral. Bagaimanapun keselamatan jadi yang utama,” lanjutnya.

Ditambahkan oleh Ayudya, aktivitas bepergian menggunakan pesawat terbang sudah menjadi rutinitas baginya. Hobi barunya di bidang fotografi, membuatnya tertantang untuk menjelajah berbagai tempat baru di Indonesia.Terutama di daerah-daerah yang memiliki pemandangan yang bagus.

Media sosial instagram menjadi ruang baginya untuk mempertunjukkan hasil karya fotografinya. “Aku sih paling seneng main filter, terus upload ke Instagram,” katanya.

Selain karena memang memiliki hobi traveling, akhir-akhir ini dirinya juga seringkali didapuk menjadi duta pariwisata. Terakhir, perempuan cucu dari aktor legendaris Bing Slamet tersebut diminta untuk terlibat dalam proyek promosi pariwisata dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

 

Source Article from http://lifestyle.bisnis.com/read/20150116/226/391516/ayudya-bing-slamet-tolak-penghapusan-tiket-pesawat-murah

Tiket Pesawat Murah Dihapus, Pendapatan Hotel Menipis – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memprediksi kenaikan tarif batas bawah penerbangan menjadi 40 persen berdampak negatif bagi industri pariwisata termasuk hotel. Pengusaha hotel mengkhawatirkan penurunan okupansi atau tingkat hunian karena aturan ini. 

Direktur Eksekutif PHRI, Cyprianus Aoer memandang, penyesuaian tarif batas bawah tiket penerbangan akan merugikan pengusaha hotel. Pasalnya harga tiket yang lebih mahal semakin sulit dijangkau wisatawan lokal.

“Wisatawan lokal yang mau berlibur ke Bali atau Papua jadi susah karena harga tiket mahal. Akhirnya okupansi turun dan merugikan hotel,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Lebih jauh Cyprianus mengatakan, hotel selama ini mengandalkan event-event besar seperti Natal dan Tahun Baru, Lebaran, liburan sekolah untuk mendongkrak okupansi.

“Rezekinya hotel memang di akhir tahun. Tapi kalau harga tiket naik, dampaknya juga ke penghuni hotel. Kalau sepi, hotel bisa kehilangan pendapatan 25 persen sampai 40 persen,” tegas dia. (Fik/Ndw)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2161415/tiket-pesawat-murah-dihapus-pendapatan-hotel-menipis

Harga Avtur Pertamina Turun 7,2% Hingga 8,9%, Tiket Pesawat Ikut … – Bisnis Indonesia

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Bisnis.com, JAKARTA – Harga avtur  Pertamina turun  7,2% hingga 8,9% untuk periode pembelian 15—31 Januari sejalan dengan penurunan harga minyak mentah di pasar global.

Hal tersebut berdasarkan analisis Bisnis terhadap data aviation.pertamina.com  untuk  harga avtur di 8 bandara utama, yaitu Soekarno—Hatta, Sepinggan Balikpapan, Kualanamu Medan, Frans Kaisiepo Biak, Hasanuddin Makassar, Pattimura Ambon, Lombok International, dan Ngurah Rai Denpasar.

Penurunan harga tertinggi terjadi di Bandar Soekarno—Hatta untuk penerbangan internasional , yaitu sebesar  8,9% dari US$59,4 per liter untuk periode 1—14 Januari menjadi US$54,1 per liter untuk periode 15—31 Januari 2015.

Adapun, penurunan terendah terjadi di Bandara Internasional  Lombok  untuk penerbangan domestik, yaitu sebesar 7,2% dari  Rp 9.629,19 per liter menjadi  Rp8.096,02 per liter untuk periode yang sama.

Akankah harga tiket penerbangan ikut turun untuk periode 2 pekan mendatang? Harga avtur selengkapknya untuk 8 bandara tersebut dapat disimak di bawah.

Harga Avtur  Pertamina  Penerbangan Internasional di 8 Bandara

Sumberaviation.pertamina.com, diolah

Harga Avtur  Pertamina Penerbangan Domestik  di 8 Bandara

Sumberaviation.pertamina.com, diolah

Source Article from http://industri.bisnis.com/read/20150115/44/391164/harga-avtur-pertamina-turun-72-hingga-89-tiket-pesawat-ikut-turun

PENGHAPUSAN TIKET MURAH PESAWAT: Gubernur Jatim Lawan … – Bisnis Indonesia

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Bisnis.com, SURABAYA — Rencana penghapusan tiket murah pesawat mendapat perlawanan dari kepala daerah Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengaku keberatan terhadap rencana penghapusan tiket pesawat murah oleh Kementerian Perhubungan karena dikhawatirkan berpengaruh terhadap perekonomian daerah.

“Kalau dihapus saya tidak setuju karena berpengaruh di dunia perekonomian dan pariwisata,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Rabu (14/1/2015).

Pertimbangan lain, kata dia, Jawa Timur saat ini tengah mengembangkan sejumlah lapangan terbang perintis, seperti di Kabupaten Sumenep, di Kabupaten Banyuwangi, di Kabupaten Jember, Pulau Bawean (Gresik), bahkan menurut rencana di Kabupaten Bojonegoro.

Menurut dia, adanya rencana penghapusan tiket murah berpengaruh terhadap keberlangsungan operasional lapangan terbang dan berimbas pada beberapa sektor.

Ia mengatakan, dulu pemerintah bahkan memberi subsidi pada Merpati sebagai penerbangan perintis dan PT Pelni dengan kapal perintisnya.

Kali ini, lanjut dia, banyak penerbangan murah dengan menekan biaya lain, seperti tidak adanya makan atau minum serta pelayanan lainnya dari maskapai.

Karena itulah, Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo tersebut mengusulkan agar tiket murah dapat diberlakukan, sebab menyangkut konektivitas antardaerah.

“Bahkan untuk distribusi logistik sangat diperlukan, sebab tidak mungkin dengan biaya mahal pengusaha mengirim barang,” katanya.

Tidak itu saja, rencana penghapusan tiket murah akan sangat berpengaruh pada sektor ekonomi, khususnya investasi di daerah.

Dia memberi contoh, ketika pengusaha Jatim ke Makassar, tidak mungkin mengirim contoh jagung lewat internet, tapi harus dibawa ke Makassar bersama pengusahanya.

“Dan Indonesia masih seperti itu, kalau tiket murah dihapus maka pengusaha kecil berpikir ulang untuk bisnis ke daerah lain,” katanya.

Source Article from http://industri.bisnis.com/read/20150114/98/390872/penghapusan-tiket-murah-pesawat-gubernur-jatim-lawan-rencana-menhub

Tarif Batas Bawah Tiket Pesawat Naik Pengaruhi Bisnis Pariwisata – Bisnis Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Kebijakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menaikkan tarif batas bawah tiket pesawat dari 30 persen menjadi 40 persen dari tarif batas atas dinilai akan memberikan pengaruh terhadap bisnis pariwisata.

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Didien Junaedy mengatakan, pengaruh tersebut berupa berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke suatu objek wisata, terutama untuk tujuan wisata domestik.

“Untuk rute domestik sebenarnya ada pengaruhnya, mungkin akan berkurang sedikit. Tapi untuk internasional tidak pengaruh. Tidak akan drastis,” ujar Didien saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Selasa (13/1/2015).

Meski demikian, dia memperkirakan penurunan jumlah wisatawan tersebut tidak akan berlangsung lama karena bagi sebagian masyarakat Indonesia, berwisata sudah menjadi kebutuhan.

“Tetapi itu tidak akan berlangsung lama penurunannya. Karena sekarang wisata itu sudah seperti kebutuhan. Meski memang tergantung keuangan masing-masing orang, kalau hanya punya uang sedikit ya wisatanya yang dekat-dekat saja,” lanjut dia.

Agar tidak memberikan pengaruh yang besar pada sektor pariwisata, Didien berharap pihak Kemenhub selaku pengawas dan regulator dapat memperbaiki dunia penerbangan nasional. Hal ini karena pesawat menjadi moda transportasi favorit untuk perjalanan jarak menengah dan jauh.

“Yang penting sekarang bagaimana inspektur kita dapat mengontrol penerbangan, jangan menunggu ada bahaya baru dikontrol. Yang penting penegakan aturan dan kontrol keamanan pesawat,” tandasnya. (Dny/Ahm)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2160115/tarif-batas-bawah-tiket-pesawat-naik-pengaruhi-bisnis-pariwisata