Garuda Indonesia Obral Tiket Rp 1 – Tempo.co

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TEMPO.CO, Surakarta – Garuda Indonesia Solo menawarkan program istimewa berupa obral tiket Solo-Jakarta dengan harga cuma Rp 1. General Manager Garuda Indonesia Solo Supriyono mengatakan penawaran tersebut berlaku selama pameran pada 20-23 November 2014 yang diselenggarakan di Mall Solo Square.

“Program tersebut hanya bagi pemegang kartu kredit BCA,” katanya kepada wartawan, Rabu, 19 November 2014. Namun, kata Supriyono, tiket Rp 1 itu jumlahnya sangat terbatas, yaitu hanya 10 tiket. “Siapa cepat dia dapat.” (Baca: AirAsia Ganti Pesawat, Tarif Tetap)

Program lain selama pameran adalah harga terbaik untuk beberapa penerbangan. Misalnya Solo-Jakarta-Singapura, Solo-Jakarta-Hong Kong, Solo-Jakarta-Beijing, sampai Solo-Jakarta-Amsterdam.

Dia mencontohkan untuk Solo-Jakarta-Singapura pulang-pergi (pp), biasanya harga tiket dipatok US$ 325 per orang. Tapi saat pameran harganya didiskon menjadi US$ 205. Program lainnya adalah beli satu gratis satu untuk penumpang kelas bisnis dan diskon hingga 15 persen untuk rute domestik dan internasional. (Baca: Jonan Minta AP II Satukan Tiket dan Pajak Bandara)

Manajer Cabang Kantor Fungsional Consumer Card BCA Yogyakarta Anne Surawiredja mengatakan program tersebut untuk memanjakan para pemegang kartu kredit BCA. Dia menilai paket wisata masih menjadi hal yang menarik minat nasabah. “Kami berikan penawaran menarik agar konsumen tetap loyal ke BCA,” kata dia.

BCA memberi program khusus selama pameran yaitu cash back Rp 150 ribu untuk transaksi minimal Rp 2,5 juta. Dengan transaksi minimal Rp 500 ribu, bisa diubah menjadi cicilan selama 6 bulan tanpa bunga. “Juga gratis tiket Solo-Jakarta-Singapura untuk nasabah yang melakukan transaksi dengan akumulasi tertinggi selama pameran, dan limit kartu kredit bisa dinaikkan untuk pemakaian selama pameran,” kata Anne. (Baca: Tarif Batas Bawah Pesawat Bakal Turun)

UKKY PRIMARTANTYO

Terpopuler:
BEM Indonesia Akan Turunkan Jokowi
Ceu Popong Ajukan Pertanyaan ‘Bodoh’ di Paripurna
Subsidi BBM ke Sektor Produktif, Ekonom UGM: Bohong
Ibas Bandingkan Kenaikan BBM Era SBY dan Jokowi
Jokowi: Jangan Tangkap Kapal Pencuri Ikan, tapi…

Source Article from http://www.tempo.co/read/news/2014/11/19/090623057/Garuda-Indonesia-Obral-Tiket-Rp-1

Airport Tax, Sungguh Merepotkan Penumpang – Harian Medan Bisnis – Membangun Indonesia yang Lebih Baik

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat
Pertama antri saat di pintu masuk, kedua saat check in tiket, ketiga saat bayar airport tax, keempat saat masuk pintu keberangkatan, dan kelima saat melapor ke maskapai lagi di terminal tunggu keberangkatan, keenam antri saat naik ke dalam pesawat.

“Antirian pembayaran BPJU (Badan Pelayanan Jasa Udara -red) ini kan bisa dikurangi, karena antrian bisa dihilang untuk penyatuan ke harga tiket, atau kita bayar pas beli dan pembayaran tiket,” kata Salmon Tarigan.

Askar Marlindo
bilang dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Perhubungan (SE Menhub) Nomor 477/2014 untuk menerapkan pembayaran airport tax di dalam tiket pesawat, diharapkan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Jadi, bukan malah menolak (SE Menhub itu -red).

Sebab, itu dapat merugikan citra kita sebagai bangsa Indonesia dan pelayanan kepada pelanggan. Menhub membuat aturan berlaku umum dan mengikat seluruh stakeholder penerbangan. Jadi, bukan hanya Garuda Indonesia serta PT AP I dan AP II selaku pengelola bandara.

Seluruh maskapai harus ikut, termasuk bandara UPT Kemenhub juga harus memberlakukan itu.Penerapan aturan airport tax on ticket memang tidak mudah, termasuk yang langsung menyambung dengan sistem IATA. Dishub harus mengarah ke sana dan penerapan airport tax on ticket itu untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

“Pemerintah harus memfasilitasi (kebijakan penyatuan airport tax dengan tiket pesawat -red) agar tetap terwujud pelayanan terbaik untuk rakyat,” saran Askar Malindo.

M Joharis Lubis menilai PSC justru memberatkan penumpang dengan tambahan uang. Itu bukan satu ide cemerlang tetapi ide mengambil uang masyarakat. Kalau Garuda yang sudah (menerapkan kebijakan itu -red), berarti itu semacam penerbangan pemerintah yang tak sanggup berinovasi dan kalah bersaing dengan maskapai lainnya.

Contoh, semua instansi pemerintah wajib memakai pernerbangan Garuda, itu artinya bisnis monopoli masih dipegang pemerintah dan tidak memberikan kemudahan dan harga yang terjangkau bagi masyarakat umum untuk naik pesawat. PT AP sebagai pengelola bandara ibarat satu negara dalam managemennya.

Kita sebagai rakyat enggak pernah tahu berapa hasil pajak udara, parkir pesawat, sewa pangkalan udara, parkir kenderaan, bahkan harga lokasi kios dagang di airport juga ditentukan sendiri pasarnya. Airport tax itu belum untuk kesejahtaeraan rakyat maupun pegawai maskapai itu sendiri.

Belum lagi harga tiket yang tidak bisa pasti alias selalu berubah. Yang perlu ditingkatkan, bagaimana kenyamanan para penumpang saat datang menunggu atau saat bepergian, Pelayanan. keramahan, dan kenyamanan perlu ditingkatkan.

Kata Roniansyah Tarigan , masalahnya uangnya enggak bisa dimainkan oknum PT AP lagi, makanya dibuat alasan macam-macam. Saya kira ini bukan alasan dari pihak airline tapi dari AP. Garuda sudah pernah memberlakukan, tapi ditiadakan lagi karena ada ketidakcocokan antara AP dan Garuda,” ujar Roniansyah Tarigan.

Alasan disetop, katanya, habis masa kontraknya antara AP dan Garuda dalam penggunaan sistem itu. Tapi ada juga isu bahwa AP tidak mau kalau APT (Airport Tax) ini diendapkan dulu baru dibayar oleh Garuda. Tidak tahu mana yang benar. Sudah sangat pasti kalau APT include di harga tiket akan memudahkan masyarakat.

“Dan saya kira buat airline juga enggak masalah. Tapi buat orang – orang tertentu di BUMN tertentu, justru akan sangat merepotkan sekali. “Merepotkan untuk dikorupsi”. Paling tidak ini menurut pendapat saya. Pointnya adalah mestinya apa pun yang mempermudah masyarakat untuk melakukan perjalanan mestinya difasilitasi, bukan dipersulit.

Untuk penyatuan APT di harga tiket saja kok rasanya sulit banget? Bayangkan saja proses pembayaran airport tax itu sendiri, mulai dari kita membayar airportax ke petugas check in, atau caunter airportax, di mana kemudian dia akan meyetor uangnya ke ketua regunya, kemudian disetor lagi ke kepala bagian, ke meja ini, ke meja itu.

Belum lagi stiker APT sendiri, bagaimana mereka mengontrolnya, kemudian uangnya disetor lagi ke bank oleh si anu, dan seterusnya. Bayangkan saja celah korupsi yang ada di situ. Diyakini tidak ada masalah dengan airline, juga di penumpang. Toh APT harus dibayar juga. Yang bermasalah adalah, AP pasti selalu cari cara untuk menghalangi.

“Paling tidak menundanya. Mudah-mudahan saja pemerintah sekarang dan orang-orangnya mau membersihkan ini semua untuk memudahkan dan lebih manfaat lagi bagi masyarakat,” tegas Roniansyah Tarigan.

Source Article from http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/11/18/130263/airport-tax-sungguh-merepotkan-penumpang/

Airport Tax Wajib Masuk Harga Tiket Pesawat Mulai 1 Januari 2015 – Liputan6.com

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menggabungkan pembayaaran airport tax ke dalam harga tiket pesawat. Aturan ini diambil untuk memudahkan pelayanan penumpang di bandara.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan mengatakan penggabungan ini rencananya akan dimulai pada awal tahun depan.

“1 Januari 2015,” kata dia usai membuka rapat umum Indonesia National Airlines Carriers Association (INACA), Jakarta, Kamis (13/12/2014).

Dia mengatakan, ketentuan aiport tax ini mesti diikuti semua maskapai penerbangan di tanah air. Tak ada alasan apapun bagi industri penerbangan untuk tak mematuhi aturan tersebut. “Mau nggak mau harus mau,” tegasnya.

Sebelumnya, Dosen sekaligus Pengamat Penerbangan Universitas Gadjah Mada Arista Admadjati mengatakan, jika Indonesia masih memisahkan airport tax dengan tiket, maka Indonesia dicap sebagai negara yang ketinggalan. Pasalnya, hampir semua negara menerapkan penggabungan tersebut.

“Hampir semua, 97 persen jadi satu airport tax dan harga tiket. Hanya Brunei dan satu negara di Afrika terpisah. Jadi kalau terpisah dibilang kemunduran,” tandas dia. (Amd/Nrm)

Source Article from http://bisnis.liputan6.com/read/2133442/airport-tax-wajib-masuk-harga-tiket-pesawat-mulai-1-januari-2015

Tarif Batas Bawah Pesawat Bakal Turun – Tempo.co

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perhubungan berniat menurunkan tarif batas bawah tiket pesawat kelas ekonomi. Nantinya, tarif batas bawah pesawat akan ditetapkan sebesar 30 persen dari batas atas. (Baca: Jonan Minta AP II Satukan Tiket dan Pajak Bandara)

“Aturannya sedang disiapkan dan segera ditandatangani menteri,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murjatmojo di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Jakarta, Rabu, 12 November 2014.

Menurut Djoko, penurunan tarif batas bawah pesawat dilakukan setelah ada pertemuan antara pihak maskapai penerbangan dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan pekan lalu. Dalam pertemuan itu, maskapai ingin batas bawah diturunkan agar mereka bisa menjual tiket lebih murah. “Nanti bikin peraturan menteri lagi. Cuma satu pasal yang berubah,” ucap Djoko. (Baca: Tarif Batas Atas Baru Pesawat Segera Disahkan)

Kenaikan tarif batas atas pesawat ditetapkan pada 1 Oktober 2014 melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 51 Tahun 2014. Tapi, sebelum aturan itu diterapkan, maskapai-maskapai penerbangan sudah melayangkan keberatan.

Pasal tentang kewajiban maskapai mengajukan izin jika hendak menjual tiket di bawah 50 persen dari batas atas dianggap memberatkan. Atas keberatan itu, Kementerian Perhubungan berencana menurunkan batas bawah dari 50 menjadi 30 persen dari batas atas. Namun maskapai tetap harus mengajukan izin sebelum menjual tiket di bawah 30 persen dari tarif batas atas.

KHAIRUL ANAM

Berita Terpopuler
Menteri Susi Ternyata Pernah Jadi Buronan Polisi
Tiga Tokoh Ini Disoraki Penonton
Ahok Bimbang Laporkan Ketua FPI ke Polisi

Source Article from http://www.tempo.co/read/news/2014/11/12/092621504/Tarif-Batas-Bawah-Pesawat-Bakal-Turun

Pemerintah Bakal Investigasi Tiket Murah Penerbangan – Tribunnews

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTAKementerian Perhubungan mencurigai sejumlah maskapai yang menjual tiket dengan harga yang begitu murah. Pemerintah mensinyalir maskapai menurunkan biaya operasional sehingga mampu menurunkan harga tiketnya.

“Ada maskapai menjual tiket di bawah tarif referensi, pemerintah berhak melakukan investigasi lebih dalam,” ujar Djoko Muriatmodjo, Sesditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, di Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Rabu (12/11/2014).

Djoko menuturkan, maskapai jangan nekat menurunkan biaya operasional demi mengejar keuntungan, tapi membahayakan keselamatan penumpang pesawat. Pemerintah akan selalu memeriksa dan mengaudit aspek keselamatan dari para maskapai jika mengeluarkan tarif murah. Jika dalam audit keselamatan tidak ada kesalahan, mau tidak mau pemerintah memberi izin tarif murah.

“Ada audit keselamatan pemerintah, tapi kalau tidak ditemukan pemerintah tak bisa menolak,” ungkap Djoko.

Seperti diketahui, usai penghapusan tarif batas atas, Kemenhub menetapkan tarif referensi yang merujuk pada komponen biaya yang dikeluarkan maskapai. Tarif referensi ini harus mencerminkan biaya kewajaran dan tidak meninggalkan aspek keselamatan.

Source Article from http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/11/12/pemerintah-bakal-investigasi-tiket-murah-penerbangan

Soal PSC on Ticket, Angkasa Pura Minta Wasit – Tempo.co

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TEMPO.CO , Jakarta – Rencana Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, untuk menyatukan tiket pesawat dengan pajak bandara (PSc on Ticket) akhir 2014 kemungkinan masih alot. Sebab, belum ada titik temu antara manajemen PT Angkasa Pura selaku pengelola bandara dengan maskapai penerbangan. (Baca: Garuda Siap Satukan Lagi Tiket dan Pajak Bandara).

Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Daryanto mengatakan sudah sering membahas perkara PSC on Ticket bersama maskapai dalam pertemuan informal. Namun, sampai hari ini belum mendapatkan titik temu. Daryanto meminta pemerintah menjadi wasit untuk menengahi perbedaan antara keduanya.

“Harus ada wasit. Operator maunya begini, maskapainya begini, nggak akan jalan,” kata dia kepada Tempo, Kamis, 6 November 2014. (Baca: Citilink Mulai Terapkan PSC on Ticket).

Executive Vice President Marketing and Sales Garuda Indonesia, Erik Meijer mengatakan penerapan PSC on Ticket harus mengacu pada standar International Air Transport Association (IATA). Erik mengatakan kebijakan ini membuat Garuda merugi karena mesti menomboki biaya bandara dari penumpang pesawat asing yang melanjutkan penerbangan dengan Garuda (multileg).

Sebelumnya, pada 5 November 2014, Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan, mendesak agar diterapkan PSC on Ticket dalam sebulan ini atau paling lambat pada akhir 2014. Aturan yang mewajibkan penerapan sistem ini sebetulnya sudah terbit pada 9 September 2014. Namun, karena tak diberi tenggat, implementasinya mandek. (Baca: Jonan Minta AP II Satukan Tiket dan Pajak Bandara).

KHAIRUL ANAM

Berita Terpopuler
Gaya Ayang Jokowi Saat Belanja di Makassar

Ayang Jokowi Kaget Kepergok Belanja di Makassar

Sidak Penampungan TKI, Menteri Hanif Lompat Pagar

Source Article from http://www.tempo.co/read/news/2014/11/07/090620164/Soal-PSC-on-Ticket-Angkasa-Pura-Minta-Wasit

Garuda Siap Satukan Lagi Tiket dan Pajak Bandara – Tempo.co

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TEMPO.CO, Jakarta – Executive Vice President Marketing and Sales PT Garuda Indonesia (Persero) Erik Meijer mengatakan perseroan siap kembali menyatukan pajak bandara (airport tax) ke dalam komponen harga tiket pesawat. (Baca: Citilink Mulai Terapkan PSC on Ticket.)

Kebijakan bernama Passenger Service Charge on Ticket (PSC on Ticket) ini sempat dilakukan Garuda selama dua tahun, tapi kemudian dihentikan karena menyebabkan kerugian. “Kami siap melakukannya kembali. Buktinya, sudah bisa selama dua tahun,” kata Erik di Restoran Kembang Goela, Kamis, 6 November 2014.

Namun, kata Erik, penerapan PSC on Ticket harus sesuai standar International Air Transport Association (IATA). Salah satu standarnya adalah semua maskapai harus melakukannya. Tidak cuma Garuda. “Standar globalnya seperti itu,” kata Erik.

Garuda memberlakukan PSC on ticket untuk penerbangan domestik pada 1 Oktober 2012 sampai 30 September 2014, sesuai kontrak dengan PT Angkasa Pura I dan II. Menurut Erik, kebijakan ini dihentikan karena Garuda merugi Rp 2,2 miliar per bulan. Kerugian itu salah satunya disebabkan PSC tiket multileg stop over yang tak terkumpul.

Senior Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan Garuda tidak bisa memungut pajak bandara dari penumpang multileg. Ini adalah penumpang dari luar negeri yang awalnya terbang dengan maskapai asing dan melanjutkan perjalanan ke Indonesia dengan Garuda.

Bandara di Indonesia juga belum terdaftar dalam sistem IATA sehingga pembayaran airport tax dari luar negeri tidak bisa dilakukan otomatis. Di sisi lain, Angkasa Pura menagih airport tax sesuai dengan jumlah penumpang yang diangkut maskapai. Akibatnya, Garuda harus menomboki pajak dari penumpang luar negeri tak terpungut.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta semua maskapai memberlakukan PSC on Ticket paling lambat akhir 2014. Pada 9 September 2014, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan peraturan mengenai sistem ini, tapi tidak ada batas waktu penerapannya. Akibatnya, hanya Citilink yang memberlakukan PSC on Ticket.

KHAIRUL ANAM

Berita Terpopuler
Gaya Ayang Jokowi Saat Belanja di Makassar
Sidak Penampungan TKI, Menteri Hanif Lompat Pagar
Ayang Jokowi Kaget Kepergok Belanja di Makassar

Source Article from http://www.tempo.co/read/news/2014/11/06/090620083/Garuda-Siap-Satukan-Lagi-Tiket-dan-Pajak-Bandara

Jonan Minta AP II Satukan Tiket dan Pajak Bandara – Tempo.co

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan akan mendorong PT Angkasa Pura II untuk menyatukan tarif layanan bandara dengan tiket pesawat penumpang. Alasannya agar penumpang diberikan kemudahan dalam pelayanan bandara. (Baca: Blusukan ke Bandara, Apa Saja Temuan Jonan?)

“Pembayaran tarif layanan bandara (passenger service charge/PSC) secara terpisah membuat ribet penumpang,” kata Jonan setelah berkunjung ke kantor Garuda Service Operation di Tangerang, Rabu, 5 November 2014.

Menurut Jonan, penyatuan tiket dan PSC sebenarnya mudah untuk dilakukan. Sebab, hanya butuh komitmen dari Angkasa Pura II dan semua maskapai penerbangan untuk bekerja sama. Kebijakan ini juga hanya butuh sistem teknologi informasi yang terintegrasi antara Angkasa Pura II dan maskapai.

Namun Jonan menyerahkan urusan uang dan pembayaran PSC serta tiket kepada Angkasa Pura II dan maskapai. Dia mengatakan kuncinya adalah semua maskapai penerbangan harus mau menerapkan hal ini. “Kalau perlu mereka dipaksa untuk taat,” katanya.

Sebelumnya, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara menggagas kebijakan serupa dengan nama PSC on Ticket. Saat itu Dahlan mewajibkan Garuda Indonesia dan Citilink untuk menerapkan sistem ini pada penerbangan domestik. Namun belakangan, kebijakan tersebut kembali ditiadakan. (Baca: Citilink Mulai Terapkan PSC on Ticket.)

YOLANDA RYAN ARMINDYA

Berita Terpopuler
Dukung Persib Vs Arema, Ridwan Kamil Buka Baju
Tiga Perilaku Aneh Pembunuh Dua TKI Indonesia
Pakar Ungkap Cara Polisi Telisik Akun @TM2000Back

Source Article from http://www.tempo.co/read/news/2014/11/05/090619821/Jonan-Minta-AP-II-Satukan-Tiket-dan-Pajak-Bandara

Biro Perjalanan Wisata Kaget Harga Tiket Pesawat Akan Naik – Tribunnews

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR  - Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba, mengatakan, keputusan maskapai penerbangan untuk menaikkan harga tiket akan berpengaruh besar.

Pasalnya, momen liburan akhir tahun ‘didepan mata’ dan dipastikan masyarakat akan memburu tiket-tiket penerbangan untuk seluruh rute terutama wisata.

Bahkan, ia memastikan dampaknya ke paket harga tour yang disusun biro perjalanan. “Sebenarnya kami cukup kaget juga, karena kenaikan diputuskan jelang akhir tahun,” ujarnya.

Meski begitu, ia berharap kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan maskapai untuk meningkatkan pelayanannya kepada penumpang.

Sejumlah maskapai penerbangan telah bersiap menaikkan harga tiket.

Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono, mengatakan, pihaknya akan mulai menaikkan harga per 1 November.

Menurutnya, pengajuan untuk kenaikan tarif tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan.

“Kondisi saat ini dengan biaya avtur yang tinggi, memang sudah seharusnya dibarengi dengan penyesuaian harga dari maskapai penerbangan,” jelas Agus, yang dihubungi Tribun, Kamis (23/10).

Demi kenyamanan penumpang, pihaknya mengaku sudah menyampaikan informasi kenaikan harga tersebut kepada seluruh pelanggan setia Sriwijaya.

Sementara itu, Maskapai Penerbangan Citilink yang sebelumnya mengaku belum memikirkan untuk segera menaikkan harga tiket, juga mulai pasang ‘kuda-kuda’.

Direktur Utama PT Citilink Indonesia, Arief Wibowo, mengatakan, pihaknya akan mulai melakukan penyesuaian harga dalam waktu dekat. Namun, untuk kepastian pemberlakuan, ia mengaku belum memiliki jadwal pasti.

“Kami akui biaya operasional pesawat saat ini sudah cukup tinggi. Depresiasi rupiah disertai harga avtur yang melambung tidak dapat terbendung lagi,” tuturnya.

Vice President Domestic Region Garuda Indonesia, Rosyinah Manaf, menambahkan, pada dasarnya Garuda Indonesia menyambut baik kebijakan baru ini.

Bahkan, Oktober ini, kata dia, perseroannya sudah mulai melakukan penyesuaian harga.

“Ini permintaan maskapai secara kolektif, bukan hanya Garuda. Dan wajar mengingat kondisi perekonomian global saat ini dengan kondisi nilai tukar dalam negeri,” katanya.                                                             

Kenaikan harga menyusul telah disetujuinya beleid oleh Kementerian Perhubungan terkait penetapan tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, mulai bulan ini.

Besaran kenaikan yang ditetapkan sebesar 10 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi. Menurut Rosyinah, penumpang sudah memahami kondisi demikian. Sehingga maskapai tidak kesulitan untuk melakukan penjelasan terkait kenaikan.(cha)

Source Article from http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/10/24/biro-perjalanan-wisata-kaget-harga-tiket-pesawat-akan-naik

Maskapai Segera Menaikkan Tarif Tiket Pesawat – Pos Kupang

Bisnis Tiket Pesawat Online Klik Gambar Untuk Daftar Bisnis Tiket Pesawat

POS KUPANG.COM, JAKARTA — Maskapai penerbangan kini bernafas lega. Kementerian Perhubungan menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 51/2014 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang mulai berlaku bulan ini.

Tarif batas ini sudah memperhitungkan kenaikan harga. Seperti asumsi harga avtur sebesar Rp 12.000 per liter dan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat sebesar Rp 13.000.

Arif Wibowo, Direktur Utama PT Citilink Indonesia memastikan pihaknya segera memberlakukan tarif anyar ini. “Kami segera keluarkan tarif baru menyesuaikan aturan tarif batas atas dalam waktu dekat. Kami sedang susun juklaknya,” katanya kepada KONTAN, Rabu (22/10/2014).

Arif sangat antusias dengan terbitnya aturan ini. Kekapan sayap bisnis anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk ini bisa sedikit bernafas lantaran tidak terlalu tertekan kondisi fluktuasi rupiah dan kenaikan harga avtur.

Namun, maskapai domestik masih sulit untuk bisa mencapai kinerja cemerlang. Pasalnya, kondisi makro ekonomi Indonesia masih belum stabil. Tapi cukup membantu saat musim liburan. “Bisnis akan tetap tumbuh tapi tidak sesuai ekspektasi,” timpal dia.

Sriwijaya Air juga sumringah.  Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air, Agus Soedjono mengatakan beleid ini tersebut bersifat permanen dan menggantikan aturan kenaikan temporer (surcharge) seperti yang diterapkan maskapai sebelumnya.

Agus bilang sebetulnya beleid ini merupakan permintaan dari maskapai penerbangan yang dibawa ke Asosiasi Penerbangan Nasional (INACA) untuk disampaikan ke pemerintah. Soalnya, harga tiket yang diberlakukan saat ini sudah tidak bisa menutup biaya opersional maskapai yang sebagian besar berbentuk dollar AS. “Klausal ini keluar akibat biaya tinggi,” katanya ke KONTAN.

Sriwijaya sendiri bakal mengerek tarif sesuai ketentuan tarif batas atas mulai per 1 November nanti. Agus pun tidak khawatir kenaikan tarif ini bisa berdampak ke kinerja perusahaan lantaran konsumen sudah memahami kondisi bisnis ini.

Garuda Indonesia juga siap mengerek tarif. Menurut Pujobroto, President Corporate Communication PT Garuda Indonesia Tbk, yang terjadi bukan kenaikan tiket tapi ada ruang lebih bagi Garuda untuk mengerek tarif. (Anastasia Lilin Y, Febrina Ratna Iskana, Merlinda Riska)

Source Article from http://kupang.tribunnews.com/2014/10/23/maskapai-segera-menaikkan-tarif-tiket-pesawat